Jumat, 11 April 2014
PEMIMPIN DALAM PERPEKTIF ISLAM
Minggu, 24 Maret 2013
Selasa, 20 Maret 2012
MERAIH MIMPI MELALUI PROSES PENDIDIKAN DI IAIN CIREBON
MERAIH MIMPI
MELALUI PROSES PENDIDIKAN
DI IAIN SYEH NURJATI CIREBON
(Esai Pendidikan. H. Imam Gozali)
بسم الله الرحمن الرحيم
Sudah lama aku bermimpi ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang Pascasarjana (S2) IAIN, akan tetapi niat dan angan-anganku itu belum bisa terwujud menjadi kenyataan, karena terbentur dengan biaya yang konon menurut cerita, bahwa kuliah di pascasarjana (S2) itu menghabiskan dana paling sedikit Rp. 30.000.000 (tiga puluh juta rupiah) dan bisa lebih dari jumlah tersebut. Dana sebanyak itu saya sebagai PNS rasanya tidak mampu untuk melanjutkan ke jenjang S2. Akhirnya mimpi ingin melanjutkan belajar di jenjang S2 itu saya kubur dalam-dalam, hingga pada tahun 2010 awal, saya memberanikan diri untuk melanjutkan pendidikan Pascasarjana S2 di IAIN Syeh Nurjati Cirebon, setelah mendapat dukungan dari istri dan anak-anakku. Bahkan semangat saya semakin bertambah kuat setelah mendapatkan motivasi dari Bapak Prof. Dr. H. Adang Jumhu Solichin,MA pada acara Matrikulasi (Orientasi Studi) di Perpustakaan IAIN Syeh Nurjati Cirebon, kata beliau “ jangan engkau khawatir soal biaya kuliah, sebab hakekatnya biaya pendidikan itu sudah disediakan oleh Alloh Swt melalui DIK- Pendidikan, biaya itu akan cair apabila seseorang telah menjalankan kegiatan pendidikan dan pagunya pasti lebih tinggi jumlahnya bila dibandingkan dengan biaya oprasional pendidikan yang dijalani”.
Motivasi beliau yang lain, adalah “bahwa Biaya pendidikan itu filosofinya sama dengan biaya orang merokok, ketika seseorang butuh rokok pasti ada uang untuk membeli rokok, maka ketika berhenti merokok bukan berarti uangnyapun menumpuk banyak berjuta- juta”.
Selama proses perkuliahan saya brusaha untuk selalu disiplin dalam mengikuti perkuliahan, pada semester I absensi saya 100 % hadir untuk semua matakuliah, untuk semester II saya izin pada matakuliahnya Prof. Dr. H. Cecep Sumarna 1 kali karena pada saat itu ada pernikahan dengan menggunakan wali hakim, pada semester III izin 1 kali pada Matakuliahnya Dr. H. Diding Nurdin dengan alasan pelaksanaan nikah yang walinya harus wali hakim juga. Karena pekerjaan saya sebagai PNS dan di amanahi oleh Kantor Kementerian Agama Kab. Brebes sebagai Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Jatibarang Kabupaten Brebes Provinsi Jawa Tengah.
16-02-2011
Foto saat menikahkan di Masjid Al Azhar Jatibarang Kab. Brebes Prov. Jateng.
Kemudian tugas- tugas yang diberikan oleh para dosen, saya laksanakan dengan disiplin, bahkan saya merasa senang kalau diberi tugas oleh bapak dosen, sebab dapat memberikan motivasi untuk selalu belajar dan bahkan memberikan kesadaran kepada saya, bahwa ternyata saya belum pernah membaca atau mendalami materi ajar yang dibebankan kapada saya, yang jelas tugas dari bapak- bapak dosen itu akan memberikan tambahan ilmu pengetahuan. Dan ternyata saya diberikan kemampuan untuk mengerjakan sebagian besar tugas- tugas tersebut, termasuk memiliki kemampuan didalam menjawab soal- soal Ujian Tengah Semester ( UTS ) dan Ujian Akhir Semester ( UAS ) dengan nilai memuaskan, kebanyakan mendapatkan nilai A, Semeter I hampir mendapat nilai A semua kecuali mata kuliah non SKS yaitu BHS. Inggris dan Bahasa Arab yang mendapat nilai B, pada Semester II ada tiga mata kuliah yang mendapat Nilai B yaitu metodologi Penelitian Kualitatatf dan Sosiologi Pendidikan Dosen pengampu Prof. Dr. H. Abdullah Ali, MA dan matakuliah Metodologi Penelitia Kuantitatif Dosen pengampu Prof. Dr. H. Abdus Salam, DZ. MM selain ke tiga matakuliah tersebut, itu mendapat nilai A semua. Kemudian pada Semester IV semua mata kuliah 100 % mendapat nilai A dan IP kumulatif semester I, II dan III adalah IP:3,73, alhamdulillah terima kasih saya sampaikan kepada-bapak dosen yang telah dengan ikhlas membimbing saya kapada kehidupan penuh warna ini.

16-7-2010
Foto sesaat setelah mengikuti Mata kuliah
yang di ampu Prof. Dr. Abdurahman Mas’ud, Ph.D
Untuk masalah pembayaran biaya pendidikan saya juga selalu berusaha selalu disiplin dengan cara membayar tepat waktu, kemudian yang menjadikan saya tambah bergembira adalah, karena sistem pembayaran biaya pendidikan di Pascasarjana IAIN Syeh Nurjati Cirebon memakai pendekatan sosial, artinya mahasiswa bisa membayar uang kuliah itu dengan di angsur sedikit-demi sedikit, cara pembayaran seperti itulah yang membuat saya semakin tambah ringan dalam membiayai oprasional kegiatan pendidikan di Pascasarjana (S2) IAIN Syeh Nurjati Cirebon.
Akhirnya selesai sudah proses pendidikan yang saya tempuh dengan mengikuti alur akademis yang telah ditentukan oleh IAIN Syeh Nurjati Cirebon, yang saya ikuti dengan sebaik- baiknya selama 4 semester (2 tahun) dan saya diberikan kemampuan untuk melakukan penelitian dalam penyusunan tesis dengan judul:
“IMPLEMENTASI KONSEP TQM DALAM PENDIDIKAN
MELALUI MADRASAH MODEL
(Studi pada MTsN MODEL di Brebes Jawa Tengah)
Ketika saya mengikuti ujian munaqosah tesis, para penguji memutuskan bahwa; Sdr IMAM GOZALI, NIM: 505910074 dinyatakan lulus dengan hasil sangat memuaskan.

Foto saat munaqosah 7-2-2012 se saat setelah munaqosah tesis
Harapan saya, ilmu Manajemen Pendidikan yang telah saya peroleh ini, nanti akan dapat saya implementasikan dengan sebaik- baiknya di tengah- tengah komunitas masyarakat saya. Dan bisa menjadi manusia yang terbaik sesuai pasen Bapak Direktur Pascasarjana IAIN Syeh Nurjati Cirebon Prof. Dr. H. Jamali Sahrodi,M.Ag yang disampaikan sesaat setelah memimpin sidang Tesis kata beliau ”Jadilah kalian manusia yang terbaik, yang mampu menjaga nama baik almamaternya”
Seiring dengan sabda Nabiyulloh Muhammad Saw :
خير الناس انفعهم للناس
Sebaik- baik manusia adalah mereka yang bermanfaat bagi manusia
والحمد لله رب العا لمين
RIWAYAT HIDUP
Nama : DRS. H. IMAM GOZALI
TT.Lahir : Jepara, 1 Desember 1965
Alamat : Jl. Teuku Cikditiro No. 10 Rt: 04 RW:05 Ds. Pesantunan
Kec. Wanasari Kab. Brebes Prov. Jawa Tengah
NO HP: 085327370669 dan 085290744389
Orang Tua : Bpk. H. Abd. Jamal
Ibu. Munawaroh
Istri : Hj. Ma’rifah
Anak :1.Nurul Fajriyah (MAN MODEL dan PONPES Assanusi di Ciwaringin Cirebon)
2. Nishfa Azizah (MIN Brebes)
Riwayat Pendidikh:
MI Mambaul ‘Ulum Jepara Tamat Th. 1979
MTs Darul “Ulum Jepara Tamat Th. 1983
MA Darul “Ulum Jepara Tamat Th. 1985
S1 IAIN Walisongo Semarang Tahun Th. 1992
S2 IAIN Syeh Nurjati Cirebon Tamat Th. 2012
Riwayat Pekerjaan :
1. Staf Bidang Urais Kanwil Dep. Agama Prop. Sulawesi Utara th 1996
2. Staf Kasi Urais Kantor Dep. Agama Kab. Sangihe Prov. Sulawesi Utara Talaud th 1997
3. Kepala Sub.Seksi Kepenghuluan dan Bimbingan Perkawinan di lingikungan Kantor Departemen Agama Kabupaten Sangihe Talaut Provinsi Sulawesi Utara 1998
4. Wakil PPN di KUA Kec. Losari Kab. Brebes Jawa Tengah Tahun 2002
5. Penghulu Fungsional di KUA Kec. Tanjung Kab. Jawa Tengah Brebes 2003
6. Penghulu Fungsional di KUA Kec. Brebes Kab. Brebes Jawa Tengah Th 2007
7. Kepala KUA Kec. Jatibarang Kab. Brebes Jawa Tengah Tahun 2009 sampai sekarang.
Selasa, 21 Februari 2012
URGENSI ILMU DALAM PERSPEKTIF ISLAM
URGENSI ILMU
DALAM PERSPEKTIF ISLAM
Oleh : Drs. H. Imam Gozali, MpdI
(di sampaikan di Masjid jami' Al Amin Jum'at tgl: 02-03-2012)
الْحَمْدَ لله رب العا لمين َنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُه مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ الله فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إله إلا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
اللهم صل على سيدنا ومولنا محمد وعلى اله واصحا به اجمعين ( اما بعد) فيا ايها المسلمون رحمكم الله اوصيكم ونفسى بتقوا الله: كما قا ل الله فى القرءن العظيم : اعوذ با الله من الشيطا ن الر جيم بسم الله الرحمن الر حيم
يَاأَيُّهاَ الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا الله حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ
Ma'asyiral Muslimin A'azzakumullah
Puji dan syukur marilah kita panjatkan kehadirat Alloh swt atas segala nikmat dan hidayahnya, sehingga kita dapat melangkahkan kaki kita ke masjid yang mulia ini untuk menunaikan ibadah sholat jum’at secara berjama’h.
Sholawat salam semoga Alloh swt limpahkan kepada junjungan kita nabiyulloh Muhammad saw, kepada keluarga beliau dan para sahabat beliau.
Ma'asyiral Muslimin A'azzakumullah
Marilah kita tingkatkan kualitas ketakwaan kita kepada Alloh swt dengan menjalankan segala perintah Alloh swt dan menjahui segala larangan Alloh swt.
Sidang Jum’at yang Dirahmati Allah
Pastinya kita memiliki pemahan bahwa perintah Allah Subhanahu Wata'ala sangatlah banyak sekali, sebagaimana laranganNya pun begitu banyak. Dan tidaklah Allah memerintahkan kita kepada sesuatu melainkan karena ada kemaslahatan bagi kita padanya, sebagaimana Dia tidak melarang kita dari sesuatu, kecuali karena ada kemudaratan padanya. Oleh sebab itu, mengetahui perintah dan larangan adalah suatu keniscayaan, sehingga kita bisa meraih segala kemaslahatan karena menunaikan perintahNya dan kita dapat menghindari segala kemudaratan dengan menjauhi laranganNya. Dan semua itu tidak akan tercapai kecuali dengan menuntut ilmu. Dengan ilmu, seseorang bisa membedakan mana perintah sehingga ia bisa melaksanakannya, dan mana yang merupakan larangan sehingga ia dapat menjauhinya. Maka tidaklah mungkin bagi kita untuk menjadi hamba Allah yang taat apabila kita bodoh akan syariat. Bagaimana mungkin kita dapat menggapai surga sedangkan kita tidak tahu bagaimana caranya. Untuk itulah kemudian Allah Subhanahu Wata'ala dan RasulNya Sallallahu 'Alahi Wasallam mewajibkan kita untuk menuntut ilmu. Dalam salah satu hadits shahih, Rasulullah Sallallahu 'Alahi Wasallam pernah bersabda :
طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ.
"Menuntut ilmu adalah wajib bagi setiap Muslim." (HR. Ibnu Majah, no. 224).
Bahkan lebih dari itu, ilmu adalah kebutuhan kita sebagai jalan menuju surga. Rasulullah Sallallahu 'Alahi Wasallam bersabda :
مَنْ سَلَكَ طَرِيْقًا يَلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْمًا سَهَّلَ الله لَهُ بِهِ طَرِيْقًا إِلَى الْجَنَّةِ
"Barangsiapa yang menempuh jalan untuk menuntut ilmu, maka Allah mudahkan baginya jalan menuju surga." (HR. Muslim, no. 2699).
Kaum Muslimin Hafizhakumullah
Sungguh teramat beruntung orang yang memiliki ilmu yang luas, sehingga ia mampu berbuat lebih baik, lebih benar, dan lebih banyak daripada yang lain. Sebaliknya, orang yang kurang ilmu, maka ia akan sering kali salah dalam ucapan maupun perbuatannya. Maka, menjadi sebuah kewajiban bagi setiap manusia yang ingin bahagia dunia dan akhirat untuk senantiasa menuntut ilmu.
Dalam salah satu hikmahnya, imam asy-Syafi'i rahimhullah pernah bertutur :
مَنْ أَرَادَ الدُّنْيَا فعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ وَمَنْ أَرَادَ الْآخِرَةَ فعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ.
"Barangsiapa yang menginginkan kesuksesan dunia maka dia harus memiliki ilmu, dan barangsiapa yang menginginkan kebahagiaan di akhirat maka ia juga harus berilmu." (Majmu’ Syarh al-Muhadz-dzab, karya an-Nawawi dan Mawa'izh al-Imam asy-Syafi’i, karya Shalih Ahmad asy-Syami).
Banyak sekali dampak yang akan dirasakan jika seseorang kurang ilmu. Di antaranya, ia bisa bertindak salah. Karena itu, kalau kita ragu, tidak mengetahui sebuah perkara secara jelas, maka bertanyalah, agar jangan sampai bertindak keliru. Rasulullah Sallallahu 'Alahi Wasallam bersabda :
إِنَّمَا شِفَاءُ الْعِيِّ السُّؤَالُ.
"Sesungguhnya obat kebodohan hanyalah bertanya." (HR. Abu Dawud, no. 336 dan Ibnu Majah, no. 572).
Mengapa ada orang yang akhlak dan bicaranya sangat bagus? Hal itu bisa terjadi karena ilmu yang dikuasainya sangat dalam, wawasannya luas, dan pengalamannya banyak. Akibatnya, setiap dia bertindak dan berkata, selalu baik dan benar, meski kadang kala terlihat kecil.
Sedangkan orang yang kurang ilmu, cirinya adalah bila bicara sepanjang apa pun, tidak ada hal yang bermanfaat yang dibicarakannya. Seorang ayah, misalnya, kalau kurang ilmu, wawasan, dan pengalamannya, maka dalam mendidik anak cenderung akan lebih sering marah, karena pilihan tindakan yang bijak terbatas. Berbeda dengan orang yang sebaliknya, ia akan memilih tindakan yang terbaik, dengan cara terbaik agar tidak ada siapa pun yang terluka oleh perkataan dan sikapnya.
Demikian pula halnya dalam beribadah, orang yang berilmu akan dapat merealisasikan kehidupan yang sementara ini agar memiliki nilai ibadah kepada Allah Subhanahu Wata'ala. Dia mengetahui mana amal perbuatan dan ucapan yang harus didahulukan dan mana yang mesti dikesampingkan, sebagaimana dia mengetahui apa saja yang harus dilakukan dan apa saja yang harus ditinggalkan. Keleluasaan hidup hanyalah bagi orang yang beriman dan berilmu. Bukankah Allah Subhanahu Wata'ala telah berjanji akan meninggikan orang yang beriman dan berilmu di antara manusia beberapa derajat?
يَرْفَعِ اللهُ الَّذِينَ ءَامَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرُُ
"Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan." (Al-Mujadilah: 11).
Hadirin yang Dimuliakan Allah
Inilah beberapa poin penting yang bisa saya sampaikan, semoga menjadi pendorong semangat bagi orang-orang yang bercita-cita mulia meraih kejayaan dunia dan akhirat.
Semoga kita tidak terlena dalam gelimang kebodohan, karena kebodohan adalah lambang kejumudan dan jalan kebinasaan.
Carilah ilmu selama hayat masih dikandung badan; karena yang mencari saja belum tentu mendapatkan, apalagi yang tidak mencari. Yang mendapatkan belum tentu bisa paham, apalagi yang tidak mendapatkan. Yang telah paham belum tentu bisa mengamalkan, apalagi yang tidak paham. Dan yang mengamalkan pun belum tentu bisa tepat dan benar, apalagi yang tidak mengamalkan. Artinya: Orang yang jauh dari ilmu, maka ia sangat jauh dari kebenaran dalam beramal.
Jika kita ingin sukses dan bahagia di dunia maupun di akhirat kelak, maka janganlah ada yang menghalangi kita untuk segera mencari dan mencari ilmu, karena ia adalah jalan yang menyam-paikan kita kesana.
اَلْحَمْدُ لله الَّذِيْ أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدَى وَدِيْنِ الْحَـقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُوْنَ
أَشْهَدُ أَنْ لَا اله إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ الله
قَالَ الله تعالى :(( يَاأَيُّهاَ الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا الله حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ ))
اللهم صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى أله وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.
أَمَّا بَعْدُ:
إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَآأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
اللهم صَلِّ عَلَىسيد نا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ سيد نا مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سيد نا إِبْرَاهِيْمَ، وَعَلَى آلِ سيد نا إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اللهم بَارِكْ عَلَىسيد نا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ سيد نا مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سيد نا إِبْرَاهِيْمَ، وَعَلَى آلِ سيد نا إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
اللهم اغْـفِـرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْـفِـرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِيْنَ، رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ