Laman

Minggu, 30 November 2014

Do'a HUT Korpri 43 Tahun 2014



DOA HARI ULANG TAHUN KORPRI KE 43 TAHUN 2014
Oleh : Drs. H. Imam Gozali, M.Pd.I
 أعوذ بالله من الشيطان الرجيم. بسم الله الرحمن الرحيم. الحمد لله رب العالمين. حمدا يوافى نعامه ويكافىءمزيده ياربنا لك الحمد كما ينبغى لجلال وجهك الكريم وعظيم سلطانك اللهم صل على سيدنا محمد وعلى اله وأصحابه أجمعين.
 YA ALLAH, YA ROMANU YA ROHIM
SEGALA PUJI DAN RASA SYUKUR KAMI PANJATKAN KE HADIRAT-MU, ATAS SEGALA RAHMAT DAN KASIH SAYANG-MU PADA HARI INI, KAMI DAPAT MENGIKUTI UPACARA DALAM RANGKA MEMPERINGATI HARI ULANG TAHUN KORPS PEGAWAI REPIBLIK INDONESIA KE-43 TAHUN 2014.
YA ALLAH, YA TUHAN YANG MAHA KUASA
JADIKANLAH PERINGATAN INI SEBAGAI PERINGATAN YANG ENGKAU RIDHAI, KOKOHKANLAH PERSATUAN DAN KESATUAN BANGSA KAMI, WUJUDKANLAH SOLIDITAS DAN KESETIAKAWANAN SELURUH ANGGOTA KORPRI, GUNA MENDUKUNG KEPEMIMPINAN NASIONAL, MENUJU BANGSA YANG MAJU, MANDIRI, SEJAHTERA DAN BERMARTABAT.
YA ALLAH, TUHAN YANG MAHA BIJAKSANA
LIMPAHKANLAH KEPADA KAMI PETUNJUK DAN PERTOLONGAN-MU, SEHINGGA KAMI MAMPU MELAKSANAKAN TUGAS  SEBAGAI APARATUR NEGARA, DALAM MENGEMBAN AMANAH DENGAN SEBAIK-BAIKNYA, BEKERJA DENGAN PENUH INTEGRITAS DAN DEDIKASI YANG TINGGI, PROFESIONAL DALAM MENJALANKAN TUGAS SERTA DILANDASI ETIKA DAN MORAL YANG TERPUJI.
YA ALLAH, YA QAWIYYU YA MATIIN
KAMI MENYADARI ATAS KELEMAHAN KAMI SEBAGAI HAMBA-MU, TIADA KEKUATAN SELAIN KEKUATAN YANG TELAH ENGKAU ANUGERAHKAN KEPADA KAMI. BERIKANLAH KEKUATAN, KETABAHAN DAN KESABARAN KEPADA KAMI, UNTUK MENJADI APARATUR NEGARA YANG BERDAYA GUNA DAN BERHASIL GUNA DALAM MENGEMBAN TUGAS UMUM PEMERINTAHAN DAN PEMBANGUNAN NASIONAL.
YA ALLAH, TUHAN YANG MAHA PENGAMPUN
AMPUNILAH DOSA DAN KESALAHAN KAMI, DOSA DAN KESALAHAN ORANG TUA KAMI, DOSA DAN KESALAHAN PARA PEMIMPIN BANGSA KAMI, TERINALAH PENGABDIAN DAN PERJUANGAN KAMI, TERIMALAH DOA DAN PERMOHONAN KAMI INI KARENA ENGKAULAH TUHAN YANG MAHA PENERIMA DO’A
رَبَّنَا اٰتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الْاٰ خِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ, سبحان ربك رب العزة عما يصفون وسلام على المرسلين وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Jumat, 03 Oktober 2014


SAAT HUT HUT BPD CABANG BREBES
TGL: 12-10-2014
Oleh : 
Drs. H. IMAM GOZALI,M.Pd.I
Kepala Seksi Bimas Islam
Kantor Kemeneterian Agama Kabupaten Brebes

بسم الله الر حمن الر حيم
اللهم صل وسلم على سيدنا محمد سيد الاولين والاخرين وسلم رضي الله تعالى عن كل اصحا ب رسول الله اجمعين الحمد لله رب العا لمين حمدا يوافى نعامه ويكافئ مزيده يا ربنا لك الحمد كما ينبغى لجلا ل وجهك الكريم وعظيم سلطنك

YAA ALLAH YAA ROHMAAN, WAHAI DZAT YANG MAHA PENGASIH,
DALAM SETIAP KESEMPATAN KAMI SENANTIASA HATURKAN PUJI DAN SYUKUR KAMI KE HADIRAT-MU, HANYA KEPADA-MU KAMI MENYEMBAH DAN HANYA KEPADA-MU KAMI MOHON PERTOLONGAN.

YAA ALLAH, YAA ROHIIM, DZAT YANG MAHA PENYAYANG,
BERKAT RIDLO-MU LAH PADA HARI INI AKAN LAKSANAKAN  PENARIKAN UNDIAN BANK PEMBANGUNAN DAERAH JAWA TENGAH TAHUN BUKU 2014 SEMOGA ACARA INI AKAN MEMBAWA KEPADA KEMAJUAN DAN KEBERKAHAN PADA BANG PEMBANGUNAN DAERHA JAWA TENGAH, SERTA BERMANFAAT BAGI KAMI, PARA PIMPINAN, PARA KARYAWAN DAN PARA NASABAH SERTA SELURUH MASYARAKAT JAWA TENGAH PADA UMUMNYA

YAA ALLAH, YAA  ROHMAN ROOHIMIIN,
JADIKANLAH ACARA PEMUTARAN UNDIAN SAAT INI SEBAGAI MEDIA   PENGHUBUNG SILATURRAHIM DIANTARA KAMI KELUARGA BESAR BANK PEMBANGUNAN DAERAH JAWA TENGAH UNTUK MEMPERKOKOH PERSATUAN DAN KESATUAN DI ANTARA KAMI, SERTA UNTUK MEWUJUDKAN RASA KESETIAKAWANAN DAN TALI PERSAUDARAAN ANTARA SESAMA KAMI.

YAA ALLAH, YAA HAADII,
 ENGKAULAH DZAT YANG MAHA PEMBERI PETUNJUK, TUNJUKKANLAH KEPADA KAMI YANG BENAR ITU BENAR ADANYA DAN BERILAH KAMI KEMAMPUAN UNTUK MENGIKUTINYA, SERTA TUNJUKKANLAH KEPADA KAMI BAHWA YANG SALAH ITU SALAH ADANYA DAN BERILAH KAMI KEMAMPUAN UNTUK MENJAUHINYA.

YAA ALLAH, YAA QOWIYYU YAA MATIIN,  TUHAN YANG MAHA TEGUH,
BERIKAN KEPADA KAMI KEMAMPUAN JIWA UNTUK MENGEMBAN TUGAS-TUGAS MULIA, DAN KEKUATAN IMAN UNTUK MENGHINDARI COBAAN. LIMPAHKAN KEPADA KAMI HIKMAH KEBIJAKAN, UNTUK MENUTUP KEKURANGAN DAN MEMBENAHI KELEMAHAN. CURAHKAN KEPADA KAMI HIDAYAH KEBENARAN, AGAR TERHINDAR DARI KESESATAN.

YAA ALLAH, YAA QODIIR, TUHAN YANG MAHA KUASA,
BERILAH KAMI KESELAMATAN DAN KESEHATAN, TAMBAHKANLAH KEPADA KAMI ILMU PENGETAHUAN DAN BERKAHILAH RIZQI YANG ENGKAU BERIKAN, BERIKANLAH KAMI RAHMAT DAN AMPUNAN-MU, SERTA AKHIRILAH KEHIDUPAN KAMI DENGAN KHUSNUL KHOTIMAH.

YAA ALLAH, YAA GHOFFAAR, TUHAN YANG MAHA PENGAMPUN, 
AMPUNILAH DOSA KAMI, DOSA KEDUA ORANG TUA KAMI, DOSA PARA PEMIMPIN DAN PENDAHULU KAMI. JADIKANLAH SEMUA KEGIATAN DAN AKTIVITAS KAMI DALAM MENGELOA BANK PEMBANGUNAN DAERAH JAWA TENGAH INI MENJADI AMAL SHOLEH DAN IBADAH KEPADA-MU.

YA ALLOHG YA MUJIBASSAILIN, TUHAN YANG MAHA PENERIMA DO’A
KABUlKANLAH DOA DAN HARAPAN KAMI UNTUK MEWUJUDKAN BANK PEMBANGUNAN DAERAH JAWA TENGAH YANG LEBIH MAJU DAN DI CINTAI MASYARAKAT JAWA TENGAH DAN MAMPU MENDAMPINGI PEMERINTAH DALAM MEMBANGUN JAWA TENGAH YENG LEBIH MAKMUR SEJAHTERA TOTO TENTREM KARTO TOTO RAHARO, MURAH SANDANG TANPO TINUKU, MURAH PANGAN TANPO TINANDUR, GEMAHRIPAH LOH JINAWE…AMIIN


ربنا اتنا فى الدنيا حسنة وفى الاخرة حسنة وقنا عذا ب النار سبحان ربك رب العزة عما يصفون والحمد لله رب العا لميتن

Khutbah Idul Adha 1435 H/2014 M di Masjid Agung Kota Brebes

TELADANI
 KELUARGA NABIYULLOH IBROHIM AS
OLEH:
DRS. H. IMAM GOZALI,M.Pd.I 
Kepala seseksi Bimas Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Brebes
KHUTBAH IDUL ADHA 1435 H / 2014 M
DISAMAPAIKAN DI MASJID AGUNG KOTA BREBES HARI AHAD 05-10-2014

الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر
اَلْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوْبُ اِلَيْهِ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ اَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ اَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى سيدنا مُحَمَّدٍ وَعَلَى ءَالِهِ وَاَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. )اَمَّا بَعْدُ( فَيَاعِبَادَ اللهِ اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَ اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِى الْقُرْآنِ الْعظِيْمِ اعوذبالله من الشيطان الرجيم بسم الله الرحمن الرحيم: يَااَيُّهَا الَّذِيْنَ اَمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ اِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.

الله اكبر الله اكبر الله اكبر ولله الحمد
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah.
            
Kembali kita panjatkan puji dan syukur kepada Allah swt yang telah begitu banyak memberikan kenikmatan kepada kita sehingga kita tidak mampu menghitungnya, karena itu keharusan kita adalah memanfaatkan segala kenikmatan dari Allah swt untuk mengabdi kepada-Nya sebagai manifestasi dari rasa syukur itu, salah satunya adalah ibadah berkorban pada hari raya Idul Adha dan hari tasyrik. Allah swt berfirman:
 إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ. فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ
Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah salat karena Tuhanmu dan berkorbanlah (QS Al Kautsar [108]:1-2).
       
  Shalawat dan salam kita sampaikan kepada Nabi besar kita Muhammad saw, kepada keluarga, sahabat-sahabat dan para penerus risalahnya yang terus berjuang untuk tegaknya nilai-nilai Islam di muka bumi ini hingga hari kiamat nanti.

الله اكبر الله اكبر الله اكبر ولله الحمد
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah.

Dalam kesempatan yang mulia ini marilah kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Alloh swt agar kita termasuk golongan hamba Alloh yang selamat di dunia dan di akhirat.
            Takbir, tahlil dan tahmid kembali menggema di seluruh muka bumi ini sekaligus menyertai saudara-saudara kita yang datang menunaikan panggilan agung ke tanah suci guna menunaikan ibadah haji, rukun Islam yang kelima. Bersamaan dengan ibadah mereka di sana,  di sini kitapun melaksanakan ibadah yang terkait dengan ibadah mereka, di sini kita melaksanakan ibadah yang terkait dengan ibadah haji yaitu puasa hari Arafah, pemotongan hewan qurban setelah shalat idul Adha ini dan menggemakan takbir, tahlil dan tahmid selama hari tasyrik. Apa yang dilakukan itu maksudnya sama yaitu mendekatkan diri kepada Allah swt.


الله اكبر الله اكبر الله اكبر ولله الحمد
Kaum Muslimin Rahimakumullah.

Salah satu yang amat kita butuhkan dalam hidup ini adalah mendapatkan figur-figur teladan yang bisa memberi warna positif dslam kehidupan kita meskipun di saat sekarang ini sungguh sangat sulit menemukan fisur ideal ibarat mencari jarum yang hilang dalam tumpukan jerami. Karena itu, Allah swt memilihkan Nabi Ibrahim as dan keluarganya sebagai figur teladan sepanjang masa, bahkan tidak hanya kita yang harus meneladaninya, tapi Nabi Muhammad saw juga harus meneladaninya, Allah swt berfirman:
قَدْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِي إِبْرَاهِيمَ وَالَّذِينَ مَعَهُ
Sesungguhnya telah ada suri teladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia (QS Al Mumtahanah [60]:4).

Satu dari sekian banyak keteladanan dari Nabi Ibrahim as dan keluarganya adalah memiliki dan menunjukkan ketahanan keluarga yang luar biasa. Yang dimaksud dengan ketahanan keluarga adalah keluarga bisa berjalan dengan baik dan keberadaannya dibuktikan dengan manfaat yang bisa dirasakan oleh banyak orang.
Oleh karena itu, terwujudnya ketahanan keluarga menjadi sesuatu yang amat penting agar perjalanan keluarga bisa berlangsung sebagaimana yang diharapkan, baik harapan orang yang berusaha membangun kehidupan keluarga, keluarga besarnya maupun masyarakat sekitarnya. Dalam kaitan ini, paling tidak ada lima aspek ketahanan keluarga yang harus dimiliki oleh setiap keluarga.Pertama, memiliki kemandirian nilai. Keluarga muslim berarti memiliki nilai-nilai Islam yang menjadi landasan berkeluarga dan arah kehidupannya. Suatu keluarga disebut memiliki ketahanan yang kuat manakala berpegang teguh kepada nilai-nilai Islam dalam menjalani kehidupan meskipun berhadapan dengan kendala yang berat dan lingkungan yang tidak Islami. Memiliki kemandirian nilai tidak hanya dia melaksanakan ajaran Islam, tapi berusaha meluruskan yang tidak Islami. Bagi Nabi Ibrahim as siapapun harus diluruskan, termasuk orang tuanya sendiri yang keliru sebagamana firman Allah swt:
وَ إِذْ قالَ إِبْراهِيمُ لِأَبِيهِ آزَرَ أَ تَتَّخِذُ أَصْناماً آلِهَةً إِنِّي أَراكَ وَ قَوْمَكَ فِي ضَلالٍ مُبِينٍ
Dan (ingatlah) di waktu Ibrahim berkata kepada bapaknya, Aazar, "Pantaskah kamu menjadikan berhala-berhala sebagai tuhan-tuhan? Sesungguhnya aku melihat kamu dan kaummu dalam kesesatan yang nyata. (QS An'am [6]:74).

Dalam kehidupan sekarang yang pengaruh era globalisasi sedemikian besar, memiliki kemandirian nilai menjadi perkara yang amat penting, karena sesama anggota keluarga memang tidak bisa saling mengawasi setiap saat, bahkan tingkat kesibukan yang tinggi membuat anggota keluarga sulit berkomunikasi meskipun alat-alat komunikasi sudah semakin canggih.

الله اكبر الله اكبر الله اكبر ولله الحمد
Jamaah Sekalian Yang Dimuliakan Allah swt.

            Kedua yang harus dimiliki keluarga agar memiliki ketahanan yang baik adalah kemandirian ekonomi. Setiap manusia membutuhkan makan, minum, berpakaian, bertempat tinggal, berkendaraan dan sebagainya hingga pengembangan diri. Untuk memenuhi semua itu, dibutuhkan pendanaan dalam jumlah yang cukup yang didapatkan dengan cara yang halal. Karena itu, setiap keluarga, khususnya bapak atau suami harus mampu mengembangkan keluarganya untuk memiliki kemandirian dibidang ekonomi. Dalam ibadah haji, selain ada tawaf yang melambangkan kedekatan kepada Allah swt, ada lagi yang namanya sai yang secara harfiyah berarti usaha, yakni usaha untuk memenuhi segala yang diubutuhkan dan harus dicapai. Siti hajar berusaha mencari apa yang bisa dikonsumsi dengan berjalan dan berlari dari bukti Shafa ke Marwa. Karenanya berusaha secara halal sangat mulia dan mengemis sangat hina, apalagi mencuri dan korupsi, Rasulullah saw bersabda:
لَأَنْ يَحْمِلَ الرَّجُلُ حَبْلاً فَيَحْتَطِبَ بِهِ, ثُمَّ يَجِيءَ فَيَضَعَهُ فِى السُّوْقِ, فَيَبِيْعَهُ ثُمَّ يَسْتَغْنِىَ بِهِ, فَيُنْفِقُهُ عَلَى نَفْسِهِ خَيْرٌلَهُ مِنْ اَنْ يَسْأَلَ النَّاسَ, اَعْطَوْهُ اَوْمَنَعُوْهُ. 
Seseorang yang membawa tambang lalu pergi mencari dan mengumpulkan kayu bakar lantas dibawanya ke pasar untuk dijual dan uangnya digunakan untuk mencukupi kebutuhan dan nafkah dirinya, maka itu lebih baik dari seseorang yang meminta-minta kepada orang-orang yang terkadang diberi dan kadang ditolak (HR. Bukhari dan Muslim).

الله اكبر الله اكبر الله اكبر ولله الحمد
Jamaah Sekalian Yang Dimuliakan Allah swt.
Faktor Ketiga, yang harus dimiliki agar keluarga memiliki ketahanan adalah Memperlakukan keluarga dengan baik , sebagaimana Rasulullah saw bersabda:
خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ ِلأَ هْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ ِلأَهْلِى
Sebaik-baik kamu adalah yang yang paling baik kepada keluarganya dan aku adalah orang yang paling baik terhadap keluargaku (HR. Ibnu Asakir).
Dalam kaitan dengan keluarga Nabi Ibrahim as, salah satu yang amat penting untuk kita ambil sebagai pelajaran adalah terbangunnya suasana yang dialogis sehingga meskipun Nabi Ibrahim as sudah meyakini adanya perintah menyembelih anaknya Ismail dan ini tinggal melaksanakan, tapi ternyata Nabi Ibrahim berdialog dengan Ismail, bahkan meminta pendapat. Sementara Ismail dengan akhlaknya yang mulia mengemukakan pendapat yang mengagumkan sebagaimana diceritakan di dalam Al Qur’an:
فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَى فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرَى قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ
Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: "Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!" Ia menjawab: "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar".( QSAsh Shaffat [37]:100-102)

الله اكبر الله اكبر الله اكبر ولله الحمد
Jamaah Shalat Id Yang Dirahmati Allah swt.
            Faktor Keempat yang harus dimiliki agar keluarga memiliki ketahanan adalah keuletan dan ketangguhan dalam memainkan peran sosial. Keshalehan seorang muslim tidak hanya bersifat pribadi dalam arti ia menjadi baik hanya untuk kepentingan diri dan keluarganya, tapi keshalehannya juga harus ditunjukkan dalam bentuk keshalehan sosial. Hal ini karena di dalam Islam ada dua hubungan yang harus dijalin, yakni hubungan vertikal kepada Allah swt yang biasa disebut dengan hablum minallah dan hubungan horizontal kepada sesama manusia dan sekitarnya yang disebut dengan hablum minannas.
      Kehidupan masyarakat kita, baik dalam skala kecil maupun besar menghadapi begitu banyak persoalan yang menuntut pemecahan dan jalan keluar. Karena itu, keluarga seharusnya bisa memainkan peran sosial di masyarakat sehingga keberadaannya bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat banyak dan ini akan membuatnya menjadi keluarga terbaik, Rasulullah saw bersabda:
خَيْرُالنَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ  
Sebaik-baik orang adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain  (HR. Qudha’i dari Jabir ra).

            Karena itu, keberadaan kita seharusnya bukan hanya bisa menyumbang persoalan, tapi seharusnya menjadi bagian dari solusi atau jalan keluar dari berbagai persoalan hidup, sehingga harus kita lakukan apa yang disukai Allah swt, lebih rinci,  Rasulullah saw bersabda:
  أَحَبُّ اْلأَعْمَالِ اِلَى اللهِ تَعَالَى: سُرُوْرٌ تُدْخِلُهُ عَلَى مُسْلِمٍ أَوْ تَكْشِفُ عَنْ كُرْبَةٍ أَوْ تَقْضِى عَنْهُ دَيْنًا أَوْ تَطْرُدُ عَنْهُ جُوْعًا
Amal yang paling dicintai Allah Ta’ala adalah: rasa gembira yang engkau resapkan ke dalam hati muslim atau memecahkan suatu masalah darinya atau membayarkan utangnya atau mengusir rasa laparnya (HR. Ibnu Abi Dunya dan Thabrani).

Dengan peran sosial yang besar itulah, maka kita akan mencari bahan pembicaraan yang baik setelah wafat, karena itu, Nabi Ibrahim as berharap demikian, beliau memang berdoa:
رَبِّ هَبْ لى حُكْماً وَأَلْحِقْنى‏ بِالصَّالِحينَ. وَاجْعَلْ لى‏ لِسانَ صِدْقٍ فى‏ الآخِرينَ. وَاجْعَلْنى‏ مِنْ وَرَثَةِ جَنَّةِ النَّعيمِ. وَاغْفِرْ لأَبى‏ إِنَّهُ كانَ مِنَ الضَّالّينَ * وَلا تُخْزِنى يَومَ يُبْعَثُونَ
Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku hikmah dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang saleh, dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian, dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang memusakai surga yang penuh kenikmatan (QS. Asy-Syu’ara’ [26]: 83–85)
         
            Yang terakhir atau yang kelima diantara faktor ketahanan keluarga adalah mampu menyelesaikan problema yang dihadapi. Menjalani kehidupan keluarga seringkali berhadapan dengan berbagai problema, jangankan kehidupan keluarga, kehidupan pribadi saja tidak pernah sepi dari persoalan. Kadangkala satu persoalan belum bisa dipecahkan namun sudah muncul lagi persoalan berikut yang bisa jadi lebih berat. Dalam situasi menghadapi problema hidup, sangat penting bagi insan keluarga untuk terus mengokohkan ketaqwaan kepada Allah swt sebab dalam kamus kehidupan orang bertaqwa tidak ada istilah jalan buntu dalam arti persoalan tidak bisa dipecahkan, Allah swt berfirman:
وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا. وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لا يَحْتَسِبُ
Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya (QS At Thalaq [65]:2-3).

Kehidupan masyarakat kita sekarang dengan tantangan yang sedemikian berat menuntut kehadiran keluarga yang memiliki ketahanan yang baik sehingga diharapkan akan lahir masyarakat dengan ketahanan pribadi yang baik karena keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat dan bangsa.
بارك الله لي ولكم في القرءن العظيم ونفعني واياكم بما فيه من الايات والذكر الحكيم اقول قولى هذا واستغفروه انه هو الغفور الرحيم



الله اكبر الله اكبر الله اكبر الله اكبر الله اكبر الله اكبر الله اكبر(x7)
الله اكبركبيرا والحمد لله كثيرا وسبحان الله بكرة واصيلا لا اله الا الله والله اكبر الله اكبر ولله الحمد
الحمد لله الذى جعل الاعياد بالافرح والسرور. اشهد ان لااله الاالله وحد ه لاشريك له واشهد ان محمدا عبده ورسوله اللهم صل وسلم على سيدنا محمد وعلى اله واصحابه ومن تبعه الى يوم الد ين وسلم تسليما كثيرا   (اما بعد)ايها الحاضرون التقوا الله
واعلموا ان يومكم هذا يوم عظيم فيباهىالله لكم ملائكته وانتم مكبرون فيه اظها را اشعائره في كل مكان ظاهر. فقال الله تعالى ولم يزل قائلا عظيم. ان الله وملائكته يصلون على النبى ياايها الذين امنوا صلوا عليه وسلموا تسليما اللهم صل وسلم على سيدنا محمد وعلى اله واصحابه والتبعين معهم برحمتك ياارحم الراحمين. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ اِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَاتِ.
اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا دِيْنَناَ الَّذِى هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنَا وَأَصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَ الَّتِى فِيْهَا مَعَاشُنَا وَأَصْلِحْ لَنَا آخِرَتَنَا الَّتِى فِيْهَا مَعَادُنَا وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لَنَا فِى كُلِّ خَيْرٍ وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لَنَا مِنْ كُلِّ شرٍّ
اَللَّهُمَّ اقْسِمْ لَنَا مِنْ خَشْيَتِكَ مَاتَحُوْلُ بَيْنَنَا وَبَيْنَ مَعْصِيَتِكَ وَمِنْ طَاعَتِكَ مَا تُبَلِّغُنَابِهِ جَنَّتَكَ وَمِنَ الْيَقِيْنِ مَاتُهَوِّنُ بِهِ عَلَيْنَا مَصَائِبَ الدُّنْيَا. اَللَّهُمَّ مَتِّعْنَا بِأَسْمَاعِنَا وَأَبْصَارِنَا وَقُوَّتِنَا مَا أَحْيَيْتَنَا وَاجْعَلْهُ الْوَارِثَ مِنَّا وَاجْعَلْهُ ثَأْرَنَا عَلَى مَنْ عَاداَنَا وَلاَ تَجْعَلْ مُصِيْبَتَنَا فِى دِيْنِنَاوَلاَ تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا وَلاَ مَبْلَغَ عِلْمِنَا وَلاَ تُسَلِّطْ عَلَيْنَا مَنْ لاَ يَرْحَمُنَا
اَللَّهُمَّ اجْعَلْهُمْ حَجًّا مَبْرُوْرًا وَسَعْيًا مَّشْكُوْرًا وَذَنْبًا مَغْفُوْرًا وَتِجَارَةً لَنْ تَبُوْرًا
 رَبَّنَا اَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ         والحمد   لله رب العالمين



Minggu, 13 Juli 2014

KHUTBAH IDUL FITRI
TIGA PESAN TARBIYAH SHOUM DI BULAN ROMADLON
Oleh : Drs. H. IMAM GOZALI, M.Pd.I
KASI BIMAS ISLAM KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN BREBES
Di Sampaikan Pada Khutbah Idul Fitri 1435 H/ 2014 M Di Masjid At Taqwa Kota Brebes 
 
الله اكبر الله اكبر الله اكبر
الله اكبلا الله اكبر الله اكبر
الله اكبر الله اكبر الله اكبر
الله اكبر كبيرا والحمد لله كثيرا  وسبحان الله بكرةواصيلا لا اله الا الله والله اكبر والله اكبر ولله الحد
 الحمد لله الذي جعل للمسلمين عيدا الفطر بعد صيام رمضان وجعل صيامهم تربية للنفوسهم ولعلهم يتقون    اشهدان لا اله الا الله واحده لا شريك له الملك الحق المبين واشهد ان محمدا عبده ورسوله المبعوث رحمة للعا لمين اللهم صل وسلم علي سيدنا محمد وعلي اله واصحابه اجمعين (اما بعد) قال الله تعالي في القران العظيم اعوذ باالله من الشيطا ن الرجيم بسم الله الرحمن الرحيم يا يها الذين امنوا التقوا الله حق تقا ته الا وانتم مسلمو ن                                                 
JAMA'AH SHOLAT IDUL FITRI RAHIMAKUMULLAH
Sejak tadi malam telah berkumandang alunan suara takbir, tasbih, tahmid dan tahlil sebagai bentuk ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas kemenangan besar yang kita peroleh setelah menjalankan ibadah puasa Ramadhan selama satu bulan penuh. Sebagaimana firman Allah SWT:
وَلِتُكْمِلُوااْلعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُاللهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ ولَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
“Dan hendaklah kamu sekalian mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu sekalian mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu sekalian, supaya kamu sekalian bersyukur.”
Rasulullah SAW bersabda:

زَيِّنُوْا اَعْيَادَكُمْ بِالتَّكْبِيْر 
“Hiasilah hari rayamu dengan takbir.”

Takbir kita tanamkan ke dalam lubuk hati sebagai pengakuan atas kebesaran dan keagungan Allah SWT sedangkan selain Allah semuanya kecil semata. Kalimat tasbih dan tahmid, kita tujukan untuk mensucikan Tuhan dan segenap yang berhubungan dengan-Nya.
Tidak lupa puji syukur juga kita tujukan untuk Rahman dan Rahim-Nya yang tidak pernah pilih kasih kepada seluruh hambanya. Sementara tahlil kita lantunkan untuk memperkokoh keimanan kita bahwa Dia lah Dzat yang maha Esa dan maha kuasa. Seluruh alam semesta ini tunduk dan patuh kepada perintah-Nya.

الله اكبر الله اكبر الله اكبر ولله الحد
JAMAAH IDUL FITRI RAHIMAKUMULLAH
Setelah satu bulan penuh kita menunaikan ibadah puasa dan berkat karunia-Nya semata pada hari ini kita dapat berhari raya bersama, maka sudah sepantasnya pada hari yang bahagia ini kita bergembira, merayakan sebuah momentum kemenangan dan kebahagiaan berkat limpahan rahmat dan maghfiroh-Nya sebagaimana yang tersurat dalam sebuah hadis Qudsi:
اذا صا موا شهر رمضان وخرجواالى عيدكم يقول الله تعالى: يا ملائكتى كل عا مل يطلب اجره انى قد غفرت لهم فمنادى مناد :  يا امة محمد ارجعو الى منازلكم  قد بدلت حسنا ت فيقول الله تعالى  : صمتم لى وافطرتم لى فقوموا مغفورا لكم
Artinya: “Apabila mereka berpuasa di bulan Ramadhan kemudian keluar untuk merayakan hari raya kamu sekalian, maka Allah pun berfirman: 'Wahai Malaikatku, setiap orang yang mengerjakan amal kebajian dan meminta balasannya sesungguhnya Aku telah mengampuni mereka'. Sesorang kemudian berseru: 'Wahai ummat Muhammad, pulanglah ke tempat tinggal kalian. Seluruh keburukan kalian telah diganti dengan kebaikan'. Kemudian Allah pun berfirman: 'Wahai hambaku, kalian telah berpuasa untukku dan berbuka untukku. Maka bangkitlah kalian sebagai orang yang telah mendapatkan ampunan.” 

الله اكبر الله اكبر الله اكبر ولله الحد
JAMA`AH IDUL FITHRI YANG BERBAHAGIA
Seiring dengan keprgian bulan suci Ramadhan, banyak pelajaran hukum dan hikmah, faidah dan fadhilah yang dapat kita ambil untuk menjadi bekal dalam mengarungi kehidupan yang akan datang. Jika bisa diibaratkan, Ramadhan adalah suatu madrasah. Sebab 12 jam x 30 hari mulai terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari, semula sesuatu yang halal menjadi haram. Makan dan minum yang semula halal bagi manusia di sepanjang hari, maka di bulan Ramadhan menjadi haram. 
Sementara dari aspek sosial, semua orang pernah merasa kenyang tapi tidak semuanya pernah merasakan lapar. Oleh karena itu, ada tiga pesan dan kesan Ramadhan yang sudah semestinya kita pegang teguh bersama. 

Pesan pertama Ramadhan adalah Pesan moral atau Tahdzibun Nafsi
Artinya, kita harus selalu mawas diri pada musuh terbesar umat manusia, yakni hawa nafsu sebagai musuh yang tidak pernah berdamai. Rasulullah SAW bersabda: Jihad yang paling besar adalah jihad melawan diri sendiri. Di dalam kitab Madzahib fît Tarbiyah diterangkan bahwa di dalam diri setiap manusia terdapat nafsu/insting dasar  aatau besic Insting sejak ia dilahirkan. Yakni insting marah, insting pengetahuan dan insting syahwat. Dari ketiga naluri ini, yang paling sulit untuk dikendalikan dan dibersihkan adsalah naluri Syahwat.
Hujjatul Islam, Abû Hâmid al-Ghazâlî berkata: bahwa pada diri manusia terdapat empat karakter, tiga karakter berpotensi untuk mencelakakan manusia, satu karakter berpotensi mengantarkan manusia menuju pintu kebahagiaan. Pertama, karakter kebinatangan (بَهِيْمَةْ); tanda-tandanya menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan tanpa rasa malu. Kedua, karakter buas (سَبُعِيَّةْ) ; tanda-tandanya banyaknya kezhaliman dan sedikit keadilan. Yang kuat selalu menang sedangkan yang lemah selalu kalah meskipun benar lebih cenderung mengembangkan hukum rimba. K
Ketiga karakter syaithaniyah; indikatornya memperturutkan hawa nafsu yang meruntuhkan martabat kemanusiaan.
Jika ketiga tiga larakteristik ini lebih mewarnai karakteristik masyarakat atau bangsa pastilah akan terjadi perubahan pranata sosial yang sangat ekstrim dan kacau. Disana keadilan akan tergusur oleh kezhaliman, hukum bisa dibeli dengan rupiah, undang-undang bisa dipesan dengan Dollar, sulit membedakan mana yang hibah mana yang suap, penguasa lupa akan tanggungjawabnya, rakyat tidak sadar akan kewajibannya, seluruh tempat akan dipenuhi oleh kemaksiatan dan kebaikan menjadi tersingkir, ketaatan akhirnya dikalahkan oleh kemaksiatan dan seterusnya.
Sedangkan satu-satunya jkarakter yang memberikan harapan dan kontrutif adalah karakter rububiyah (رُبُوْبِيَّةْ); dengan indikator keimanan, kesabaran dan ketaqwaan yang telah kita bina bersama-sama melalui puasa di sepanjang bulan Ramadhan. Manusia yang dapat dengan baik mengoptimalkan sifat rububiyah di dalam jiwanya niscaya jalan hidupnya disinari oleh cahaya Rububiyah dan Ilahiyah, prilakunya dihiasi budi pekerti yang luhur (akhlaqul karimah). Selanjutnya, ia akan menjadi weorang Manusia yang bertaqwa, pasca Ramadhan, yang menjadi harapan kita semua. Manusia yang dalam hari raya ini menampakkan tiga hal sebagai pakaiannya: yaitu
1)      menahan diri dari hawa nafsu,
2)      memberi ma`af kepada sesama manusi dan
3)      berbuat baik pada sesama manusia sebagaimana firman Allah:
وَاْلكَاظِمِيْنَ اْلغَيْظَ وَاْلعَافِيْنَ عَنِ النَّاسِ وَاللهُ يُحِبُّ اْلمُحْسِنِيْنَ
"…dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema'afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan." (QS Ali Imran: 134)

الله اكبر الله اكبر الله اكبر ولله الحد
JAMA`AH IDUL FITHRI YANG BERBAHAGIA
Pesan kedua adalah pesan sosial
Pesan sosial Ramadhan ini terlukiskan dengan indah justru pada detik-detik akhir Ramadhan dan gerbang menuju bulan Syawwal. Dimana, ketika umat muslim mengeluarkan zakat fithrah kepada Ashnafuts Tsamaniyah (delapan kategori komunitas masyarakat yang berhak menerima zakat), terutama kaum fakir miskin tampak bagaimana tali silaturrahmi serta semangat untuk berbagi demikian nyata terjadi. Kebuntuan dan kesenjangan komunikasi dan tali kasih sayang yang sebelumnya sempat terlupakan tiba-tiba saja hadir, baik di hati maupun dalam tindakan. Semangat zakat fitrah ini melahirkan kesadaran untuk tolong menolong (ta`awun) antara orang-orang kaya dan orang-orang miskin, antara orang-orang yang hidupnya berkecukupan dan orang-orang yang hidup kesehariannya serba kekurangan, sejalan hatinya sebab كُلُّكُمْ عِيَالُ اللهِ , kalian semua adalah ummat Allah. 
Dalam kesempatan ini orang yang menerima zakat akan merasa terbantu beban hidupnya sedangkan yang memberi zakat mendapatkan jaminan dari Allah SWT; sebagaimana yang terkandung dalam hadis Qurthubi:
اِنّىِ رَأَيْتُ اْلبَارِحَةَ عَجبَاً رَأَيْتُ مِنْ اُمَّتِى يَتَّقِى وَهجَ النَّارَ وَشِرَرَهَا بِيَدِهِ عَنْ وَجْهِهِ فَجَائَتْ صَدَقَتُهُ فَصَارَتْ سِتْرًا مِنَ النَّارِ
Artinya: "Aku semalam bermimpi melihat kejadian yang menakjubkan. Aku melihat sebagian dari ummatku sedang melindungi wajahnya dari sengatan nyala api neraka. Kemudian datanglah shadaqah-nya menjadi pelindung dirinya dari api neraka." 

الله اكبر الله اكبر الله اكبر ولله الحد
JAMA'AH SHOLAT IDUL FITRI RAHIMAKUMULLAH
Pesan ketiga adalah pesan jihad
Jihad yang dimaksud di sini, bukan jihad dalam pengertiannya yang sempit; yakni berperang di jalan Allah akan tetapi jihad dalam pengertiannya yang utuh terutama yang ada relefansinya dengan Negara kita, yaitu: 
بَذْلُ مَاعِنْدَهُ وَمَا فِى وُسْعِهِ لِنَيْلِ مَا عِنْدَ رَبِّهِ مِنْ جَزِيْلِ ثَوَابِ وَالنَّجَاةِ مِنْ اَلِيْمِ عِقَابِهِ
"Mengecilkan arti segala sesuatu yang dimilikinya demi mendapatkan keridhaannya, mendapatkan pahala serta keselamatan dari Siksa-Nya."
Pengertian jihad ini lebih komprehensif, karena yang dituju adalah mengorbankan segala yang kita miliki, baik tenaga, harta benda, atapun jiwa kita untuk mencapai keridhaan dari Allah; terutama jihad melawan diri kita sendiri yang disebut sebagai Jihadul Akbar, jihad yang paling besar. Dengan demikian, jihad akan terus hidup di dalam jiwa ummat Islam baik dalam kondisi peperangan seperti yang sedang terjadi di Palestina yang menimpa saudara-saudara kita sesama Muslim yang lagi musuhi Zionis Israil maupun dalam kondisi damai. Seperti di Negara kita Republik Indonesia, Jihad harus tetap dijalankan. Dalam konteks masyarakat Indonesia saat ini, jihad yang kita butuhkan bukanlah jihad mengangkat senjata. Akan tetapi jihad mengendalikan diri dan mendorong terciptanya sebuah sistem sosial politik yang bermartabat, berkeadilan dan berkesejahteraan serta bersendikan atas nilai-nilai kemanusiaan dan ketaatan kepada Allah. Kemudin Jihad untuk mengendalikan hawa nafsu dari seluruh hal yang dapat merugikan diri kita sendiri, terlebih lagi merugikan kepada orang lain.
Kemudian dalam kontek politik. Partai boleh beda pilihan Presiden dan Wakil Presiden boleh beda tetapi kerukunan dan keharmonisan tetap kita utamakan begitu juga ukhuwah wathoniyah dan ukhuwah Islamiyah ingat kita umat Islam disatukan dengan kalimat tauhid :
لا اله الا الله محمد الرسول الله. 
Sesama Muslim haram hukumnya bermusuhan, saling menumpahkan darah dan memakan hartanya dengan jalan bathil
الله اكبر الله اكبر الله اكبرولله الحد
JAMA`AH SHOLAT IDUL FITRI RAHIMAKUMULLAH
روي عن بعض الصحابة قالوا يا نبي الله لوددنا ان تعلم اي التجارة احب الي الله فنجر فيها فنزلت ( يايها الذين امنوا هل ادلكم علي تجارة تنجيكم من عذاب اليم تؤمنون بالله ورسوله وتجاهدون فيسبيل الله بامولكم وانفسكم ذلكم خيرلكم انكنتم تعلمون يغفرلكم ذنوبكم ويدخلكم جنات تجري منتحتها الانهار ومساكن طيبةفي جنات عدن ذالك الفوز العظيم                            
"Diriwayatkan bahwa sebagian sahabat mendatangi Rasulullah. Ketika berjumpa, salah seorang dari mereka berkata: "Wahai Nabi Allah, kami ingin sekali mengetahui bisnis apa yang paling dicintai oleh Allah agar kami bisa menjadikannya sebagai bisnis kami". Kemudian diturunkan ayat:
$pkš‰r'¯»tƒ tûïÏ%©!$# (#qãZtB#uä ö@yd ö/ä3—9ߊr& 4’n?tã ;ot»pgÏB /ä3ŠÉfZè? ô`ÏiB A>#x‹tã 8LìÏ9r& ÇÊÉÈ   tbqãZÏB÷sè? «!$$Î/ ¾Ï&Î!qß™u‘ur tbr߉Îg»pgéBur ’Îû È@‹Î6y™ «!$# óOä3Ï9ºuqøBr'Î/ öNä3Å¡àÿRr&ur 4 ö/ä3Ï9ºsŒ ׎öyz ö/ä3©9 bÎ) ÷LäêZä. tbqçHs>÷ès? ÇÊÊÈ   öÏÿøótƒ ö/ä3s9 ö/ä3t/qçRèŒ óOä3ù=Åzô‰ãƒur ;M»¨Zy_ “̍øgrB `ÏB $pkÉJøtrB ㍻pk÷XF{$# z`Å3»|¡tBur Zpt6ÍhŠsÛ ’Îû ÏM»¨Zy_ 5bô‰tã 4 y7Ï9ºsŒ ã—öqxÿø9$# ãLìÏàyèø9$# ÇÊËÈ  
Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih? yaitu) kamu beriman kepada Allah dan RasulNya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui. Niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam jannah 'Adn. Itulah keberuntungan yang besar." (QS Ash-Shaff:10-12)
Dalam konteks sosial masyarakat kita saat ini, dimana masih banyak sektor sosial yang perlu pembenahan lebih lanjut. Maka makna jihad harus mengacu pada pengentasan masalah-masalah sosial. Oleh sebab itu, sudah selayaknya pada momentum lebaran saat ini, bukan hanya pakaian yang baru akan tetapi gagasan-gagasan baru juga harus dikedepankan untuk mengentaskan masalah-masalah sosial yang selama ini membelenggu kemajuan umat Islam Indonesia pada khususnya dan bangsa dan negara Indonesia pada umumnya.
الله اكبر الله اكبر الله اكبرولله الحد
JAMA'AH SHOLAT IDUL FITHRI RAHIMAKUMULLAH
Demikianlah tiga pesan yang disampaikan oleh Ramadhan. Oleh sebab itu, marilah kita bersama-sama memikul tanggung jawab untuk merealisasikan ketiga pesan ini ke dalam bingkai kehidupan nyata. Marilah kita bersama-sama mengendalikan hawa nafsu kita sendiri, untuk tidak terpancing pada hal-hal yang terlarang dan merugikan orang lain; menjalin hubungan silaturrahim serta kerjasama sesama muslim tanpa membeda-bedakan status sosial, serta menyandang semangat jihad untuk membangun sebuah sistem sosial yang bermartabat, berkeadilan dan sejahtera.
اعوذ با لله من الشيطان الرجيم واما من خفت مقا م ربه ونهى النفس عن الهوى فا ن الجنة هي المئاءوي جعلنا الله واياكم من العادين والفا ئزين والمقبولين وادخلنا واياكم في زمرة المؤمنين
واقول قوولي هذا واستغفرولي ولكم وولولدنا ولسائر المسلمين والمسلمات                           فاستغفروه انه هو الغفور الرحيم                                                                                                                                                        
KHUTBAH KEDUA
الله اكبر الله اكبر الله اكبر
الله اكبر الله اكبر ال له اكبرالله اكبر
الله اكبر كبيرا والحمدلله كثيرا وسبحان الله بكرة واصيلا لااله الا الله والله اكبر الله اكبر ولله الحد
 الحمد لله على نعامه وعلي احسانه والشكر له علي توفيقه وامتنانه واشهد ان لا اله الا الله واحده لا شريك له الملك الحق المبين واشهد ان محمدا عبده ورسوله لا نبي بعده المبعوث رحمة للعالمين اللهم صل وسلم علي سيدنا محمد وعلي اله وسلم تسليما كثيرا اما بعد ايها الحاضرون التقوالله فيما امركم وانتهواعما نهاكم واعلموا ان الله امركم  بداء فيه بنفسه وثني بملائكته بقدسه وقالي تعالي ان الله وملائكته يصلون على النبي يايها الذين امنوا صلو عليه وسلمو تسليما  صلى الله عليه وسلم وعلى اله واصحابه اجمعين وعلي انبياءك ورسلك وملائكتك المقربين وارض اللهم عن الخلفاء الرشدين ابى بكر وعمر وعثمان وعلى وعن بقية الصحابة والتابعين وتابع التابعين لهم باحسان الى يوم الدين وارض عنا  معهم برحمتك يا ارحم الراحمين اللهم اغفر للمسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات الاحياء منهم والاموات انك سميع قريب مجيب الدعوات اللهم اعز الاسلام والمسلمين واذل الشرك والمشركين وانصر من نصر الدين واخذ من خذل المسلمينودمر اعداء الدين واعل كلمتك الى يوم الدين اللهم ادفع عنا البلاء والوباء والزلازل والمحن ما ظهر منها وما بطن من بلادالملمين خاصة وسائر البلدن المسلمين عامة يا رب العالمين ربنا اتنا في الدنيا حسنة وفى الاخرة حسنة وقنا عذاب النار عبادالله ان الله ياءمركم يالعدل والاحسان وايتاءذي القربى وينهى عن الفخشاء والمنكر والبغى يعظكم لعلكم تذكرون واذكرالله العظيم يذكركم واشكروه على نعامه يزدكم ولذكرالله اكبر